Kamis, 01 Mei 2014

Flanela - Hal Tersulit


A E
sepiku tak pernah berujung
F#m B7
saat kau tak biasa
A E
sendiri menjalani waktu
F#m
sulitnya ada suka
B7
yang pernah ada perih
A E
ku tak mampu mencari lagi
F#m B7
apa yang kurasakan
A E
dan aku sangat menyadari
F#m
betapa besar dirimu
B7
aku kehilanganmu
Bridge :
DMaj7 E
saat kau jauh dari hatiku
DMaj7 E
kau nyata arti di hidup
Reff :
A E
melupakanmu adalah hal tersulit bagi ku
Bm E
karna kau terukir dalam di hatiku
A G F#
meski ku pernah bosan
Bm E
mengingatkanmu selama ini
A E
kemana entah kau kemana
F#m B7
kenyataan yang ada
A E
aku pun tak ingin begini
F#m
sendiri dalam sepi
B7
yang tak pernah bertepi
Interlude : F#m B 2
DMaj7 E
saat kau jauh dari hatiku
DMaj7 E
kau nyata arti di hidupku
E
Di benak ku

Avenged Sevenfold - Deargod Indonesia


Jalan sepi dibatas kota ini
Jauh dari seseorang yang aku sayangi
ku terkenang kata yang kau ucapkan
namun tak bisa membuatku kembali padamu

Tuhan hanya satu pintaku padamu
jagalah dia saat aku jauh dari sisinya
kubutuhkan orang yang tulus padaMu
tapi ku tinggalkan dirinya saat aku berjumpa
Ku sendiri dan ku lelah
ku merindukanmu.. sayang
dan lagi..

Rasa hampa selimuti diriku
tak seorangpun disini yang menemaniku
masa indah saat ku bersamamu
dan potret dirimu akan iringi hariku

Tuhan hanya satu pintaku padaMu
jagalah dia saat aku jauh dari sisinya
kubutuhkan orang yang tulus padaMu
tapi ku tinggalkan dirinya saat aku berjumpa
ku sendiri dan ku lelah
ku merindukanmu.. sayang
dan lagi..

Mencari, tiada ku temukan
seolah sia-sia
karenamu kutetap bertahan
menyerah, takkan pernah
betapaku merindukanmu di dalam pelukku

Jalan sepi dibatas kota ini
Jauh dari seseorang yang aku sayangi
 
Tuhan hanya satu pintaku padaMu
jagalah dia saat aku jauh dari sisinya
kubutuhkan orang yang tulus padaMu
tapi ku tinggalkan dirinya saat aku berjumpa
ku sendiri dan ku lelah
ku merindukanmu.. sayang
dan lagi..

Saranghae

Ku tahu dirimu menyayangi aku
Kau tahu diriku cinta kepadamu
Cinta kita takkan bisa terpisahkan
Kasih suci ini takkan pernah pergi
Walau jarak memisahkan kita berdua
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Saranghae aku cinta padamu
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selama hidupku
Cinta kita takkan bisa terpisahkan
Kasih suci ini takkan pernah pergi
Walau jarak memisahkan kita berdua
Saranghae aku cinta padamu
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selama hidupku
Saranghae aku cinta padamu
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selama hidupku
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selamanya
Selama di hidupku

Saranghae

Ku tahu dirimu menyayangi aku
Kau tahu diriku cinta kepadamu
Cinta kita takkan bisa terpisahkan
Kasih suci ini takkan pernah pergi
Walau jarak memisahkan kita berdua
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Saranghae aku cinta padamu
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selama hidupku
Cinta kita takkan bisa terpisahkan
Kasih suci ini takkan pernah pergi
Walau jarak memisahkan kita berdua
Saranghae aku cinta padamu
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selama hidupku
Saranghae aku cinta padamu
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selama hidupku
Sampai nanti hingga aku mati
Saranghae aku cinta padamu
Dekap aku, peluk aku selamanya
Selama di hidupku
Kau membuat ku berantakan
Kau membuat ku tak karuan
Kau membuat ku tak berdaya
Kau menolakku acuhkan diriku
Bagaimana caranya untuk
Meruntuhkan kerasnya hatimu
Ku sadari ku tak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan
Reff:
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku
Bagaimana caranya untuk
Meruntuhkan kerasnya hatimu
Ku sadari ku tak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan
Repeat reff

Sejarah Pengetahuan Bumi Bulat


Sejarah Pengetahuan Bumi Bulat
Pada zaman dahulu tidak tau bahwa bumi itu bulat, karena mereka tidak sepandai pada zaman sekarang. Yang mereka tau hanya mempertahankan hidup dan bagaimana cara mereka hidup untuk tidak di ganggu oleh orang lain. Maka pada zaman dahulu siapa yang berjaya tau yamh kuasa, maka mereka menang dan menjadi penguasa. Pada zaman dahulu pemikir itu dimulai dari bangsa India kuno, Yunani kono, dan Eropa serta bangsa Arab. Mereka berlomba-lomba dan penasaran tentang bumi. Dan yang menariknya bangsa Cina menganggap bahwa bumi itu persegi dan langit adalah berbentuk bulat. Pada zaman Yunani kuno menyebutkan bahwa bumi itu bulat semenjak abad ke-enam sebelum masehi oleh Pitagoras. Akan tetapi pada zaman dahulu sebelum Pitagoras menyebutkan bahwa bumi itu datar. Dan dari zaman semakin berkembang maka pada zaman Aristoteles yaitu pada tahun 330 SM bahwa mereka sependapat dengan Pitagoras kalau bumi itu bulat dan juga memiliki banyak bukti yang empiris yaitu menunjukkan kebenarannya. Semakin lama pengetahuan bahwa bumi itu bulat semakin menyebar bahkan sampai ke kalangan intelektual Yunani kuno. Akan tetapi pada zaman dahulu juga banyak yang tidak setuju bahwa bumi itu bulat, karena semakin berkembang maka sebagaimana telah ditentukan oleh alat modern, bahwa bumi itu berbentuk bulat akan tetapi tidak bulat sempurna. Karena rotasi bumi pada porosnya yang membuat bahwa bahwa bagian tengah bumi sedikit lebih menggelembung dari kitub oleh karena itu bumi tidak bulat sempurna. Akan tetpi alat semakin canggih maka dengan kecanggihannya itu maka pengukuran dari satelit menunjukan bahwa bumi itu sedikit berbentuk seperti buah pir.
Walaupun pada zaman dahulu tidak secanggih dan modern tetapi hal itu tidak mempersulitnya, hal itu bias dilihat dengan pengamatan di Bumi hanya dapat melihat sedikit sekali potongan bulatan bumi dalam satu waktu, tidaklah mungkin mengetahui lewat pengamatan langsung kalau bumi ini cakram atau bola. Pitagoras mendasarkan keyakinannya pada pengamatan mengenai ketinggian bintang yang bervariasi di berbagai tempat di Bumi. Ia juga mendapat dukungan dari pengamatan bagaimana kapal lenyap di cakrawala saat ia pergi dari pelabuhan. Saat kapal datang ke pelabuhan, yang pertama terlihat adalah ujung atas layar kapal, kemudian layarnya dan akhirnya badan kapal perlahan terlihat. Aristoteles menambah bukti dari bagaimana bayangan Bumi terlihat di bulan saat gerhana matahari. Saat cahaya menyinari sebuah bola, ia menunjukkan bayangan yang sama. Para intelektual yunani lalu menghitung ukuran dan bentuk bumi. Mereka juga membuat sistem kisi terdiri dari lintang dan bujur sehingga hanya diperlukan dua koordinat untuk satu lokasi di bumi ini
Pada  zaman dahulu Filsafat Yunani juga menyimpulkan Bumi bulat karena menurut pendapat mereka, inilah bentuk yang paling sempurna. Hal itu juga di katakana oleh Erastothenes pada abad ke 3 SM juga memberikan bukti tambahan. Beliau saat itu bekerja di Mesir dan menemukan kalau sinar matahari memberikan bayangan yang berbeda di dua kota berbeda pada saat yang sama. Di kota Syene ia melihat sinar matahari tegak lurus pada jam X. Tapi di kota Iskandariah  ia melihat sinar matahari tidak tegak lurus, padahal jamnya sama. Bukan hanya jamnya yang sama, tapi tanggalnya juga sama, walaupun terpisah satu tahun lamanyaJ adi ada banyak cara mudah mengetahui bumi bulat bagi orang kuno: Menganggap kalau bulatnya bola adalah bentuk paling sempurna, Menganggap kalau bumi seperti bulan dan bulan mengalami fase-fase yang menunjukkan ia bulat, Pengamatan bedanya ketinggian bintang di berbagai lokasi, Pengamatan bedanya bayangan benda di berbagai lokasi, Pengamatan bayangan bumi saat gerhana matahari dan bulan, Pengamatan kapal yang datang dan pergi di cakrawala pelabuhan
Jadi kamu tidak perlu ke luar angkasa untuk memotret bumi seperti para astronot atau melakukan perjalanan mengitari bumi seperti Magellan. Dengan demikian, wajar kalau India kuno juga menemukan hal yang sama tak lama kemudian. Sebagai contoh, Rig Weda menulis tentang kemungkinan bumi berbentuk bulat. Teks ini kemungkinan besar dibuat pada abad ketiga SM. Sementara itu matematikawan India, Aryabhata pada 500 masehi membuat perhitungan keliling bumi sebesar 39,968 km.  Sama dengan yang ditemukan Erastothenes dan sains modern.  Begitu juga perhitungan Abu Rayhan al Biruni pada tahun 1000 Masehi. Jadi kita jangan kawatir tentang hal itu karena bukti dan kenytaan sudah diketahui. Apalagi pda zaman sekarang peralatannya semakin canggih dan moern sehingga semakin mudah para ilmuan ataupun masyarakat jadi lebih tau tentangbumi itu bulat tetapi tidak bulat seperti bola.

Bentang Alam Karst


Pengertian tentang topografi kars yaitu suatu topografi yang terbentuk pada daerah dengan litologi berupa batuan yang mudah larut, menunjukkan relief yang khas, penyaluran tidak teratur, aliran sungai secara tiba-tiba masuk ke dalam tanah dan meninggalkan lembah kering dan muncul kembali di tempat lain sebagai mata air yang besar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Bentang Alam Karst :

1.    Faktor Fisik
Faktor-faktor fisik yang mempengaruhi pembentukan topografi karst meliputi :
a.Ketebalan batugamping, yang baik untuk perkembangan karst adalah batu  
gamping yang tebal, dapat masif atau yang terdiri dari beberapa lapisan dan membentuk unit batuan yang tebal, sehingga mampu menampilkan topografi karst sebelum habis terlarutkan.Namun yang paling baik adalah batuan yang masif, karena pada batugamping berlapis biasanya terdapat lempung yang terkonsentrasi pada bidang perlapisan, sehingga mengurangi kebebasan sirkulasi air untuk menembus seluruh lapisan.
b.Porositas dan permeabilitas, berpengaruh dalam sirkulari air dalam batuan. Semakin besar porositas sirkulasi air akan semakin lancar sehingga proses karstifikasi akan semakin intensif.
c.Intensitas struktur (kekar),zona kekar adlah zona lemah yang mudah mengalami pelarutan dan erosi sehingga dengan adanya kekar dalam batuan, proses pelarutan berlangsung intensif. Kekar yang baik untuk proses karstifikasi adalah kekar berpasangan (kekar gerus), karena kekar tsb berpasangan sehingga mempertinggi porositas dan permeabilitas.Namun apabila intensitas kekar sangat tinggi batuan akan mudah tererosi atau hancur sehingga proses karstifikasi terhambat.

2.    Faktor Kimiawi
a.Kondisi kimia batuan, dalam pembentukan topografi kars diperlukan sedikitnya 60% kalsit dalam batuan dan yang paling baik diperlukan 90% kalsit.
b.Kondisi kimia media pelarut, dalam proses karstifikasi media pelarutnya adalah air, kondisi kimia air ini sangat berpengaruh terhadap proses karstifikasi. Kalsit sulit larut dalam air murni, tetapi mudah larut dalam air yang mengandung asam. Air hujan mengikat CO2di udara dan dari tanah membentuk larutan yang bersifat asam yaitu asam karbonat (H2CO3). Larutan inilah yang sangat baik untuk melarutkan batugamping.

3.    Faktor Biologi
Kalsit sulit larut dalam air murni, tetapi mudah larut dalam air yang mengandung asam. Air hujan mengikat CO2di udara dan dari tanah membentuk larutan yang bersifat asam yaitu asam karbonat (H2CO3).Larutan inilah yang sangat baik untuk melarutkan batugamping.

4.    Faktor Iklim dan Lingkungan
Kondisi lingkungan yang mendukung adalah adanya lembah besar yang mengelilingi tempat yang tinggi yang terdiri dari batuan yang mudah larut (batugamping) yang terkekarkan intensif. Kondisi lingkungan di sekitar batugamping harus lebih rendah sehingga sirkulasi air berjalan dengan baik, sehingga proses karstifikasi berjalan dengan intensif.

Proses Pembentukan Topografi Karst
Kondisi batuan yang menunjang terbentuknya topografi karst ada 4, yaitu:
a.Mudah larut dan berada di atau dekat permukaan.
b.Masif, tebal dan terkekarkan.
c.Berada pada daerah dengan curah hujan yang tinggi.
d.Dikelilingi lembah

Proses pelarutan pada batugamping, meninggalkan morfologi sisa pelarutan, perkembangan morfologi sisa ini dapat dibagi menjadi 4 fase, yaitu :
a.    Terjadi pelarutan pada batuan terkekarkan sehingga membentuk lembah yang kemudian merupakan zona yang lebih cepat mengalami pelarutan (zona A) dibandingkan dengan zona B yang tidak mengalami pengkekara.
b.    Karena zona A lebih cepat mengalami pelarutan, maka zona ini segera terbentuk lembah yang dalam, sementara pada zona B masih berupa dataran tinggi dengan gejala pelarutan di beberapa tempat.
c.    Pelarutan pada kedua zona terus berjalan sehingga pada fase ini mulai terbentuk kerucut-kerucut karst pada zona B. Pada kerucut karst ini tingkat pelarutan/erosi vertikalnya lebih kecil dibandingkan lembah di sekitarnya.
d.    Karena adanya erosi lateral oleh sungai maka zone A berada pada batas permukaan erosi dan pada zona B erosi vertikal telah berjalan lebih lanjut sehingga hanya tinggal beberapa morfologi sisa saja, morfologi sisa ini disebut menara karst.